Mon, 30 Jan 06
Syahrial Kirim Surat ke SBY
Persetujuan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Api Api

PALEMBANG, SRIPO - Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman mengisyaratkan upaya untuk membuat surat ke Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk persetujuan percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Api Api.
"Perencanaan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Api Api seharusnya yang sebail dan sedetail mungkin. Kalau menunggu investor lagi, balik lagi itukan artinya menunggu lebih lama lagi," kata Syahrial yang diminta komentarnya, Jumat (27/1).
Untuk itulah menurut Syahrial sambil menunggu undang-undang baru tentang Operator Pelabuhan yang akan disahkan pemerintah maka pembangunan pelabuhan Tanjung Api Api perlu perencanaan matang. Untuk itu Syahrial menyebutkan sebaiknya membuat surat ke Presiden SBY dan apabila Presiden menyetujui dan memberikan izin untuk dibangun pelabuhan maka dari sinilah Pemprov Sumsel akan mulai bergerak seperti mulai melakukan pembebasan lahan, perencanaan konsultan pelabuhan terbaik dimata pelabuhan internasional dan sebagainya. "Konsultan inilah yang nantinya akan mentenderkan pelabuhan tersebut. Hal ini karena ada peraturan pemerintah yang baru yang mensyaratkan bahwa semuanya meskipun itu kerjasama daerah harus melalui tender," Kata Syahrial.
Syahrial yang diminta komentarnya mengenai perkembangan peminat atau investor yang akan membangun pelabuhan Tanjung Api Api selain dari PT. Orient Technology Indonesia (OTI). Ia mengatakan khusus dateline PT. OTI pada 25 Maret, Pemprov tetap akan menunggu dulu ketegasan PT. OTI. Pendirian kantor cabang di Palembang pun menurut Syahrial sudah diresmikan dan sesuai permintaan pihak Pemprov belum dapat dipenuhi secara total oleh PT. OTI. Hal ini memang masih perlu diklarifikasi kembali kepada pihak OTI apa yang menjadi kendala mereka. " Kita tetap menganggap mereka (PT. OTI) serius. Seperti mendirikan kantor cabang di sini, walaupun seharusnya sudah dari dulu-dulunya," Kata Syahrial seraya menyebutkan bahwa dirinya belum dapat laporan penyerahan bundel laporan dari PT. OTI. Berdasarkan informasi dari stafnya disimpulkan sementara bahwa kelihatannya belum dan ini masih perlu klarifikasi dari pihak OTI.
Syahrial yang ketika ditanya apa tindakan Pemprov apabila PT. OTI setelah habis batas waktu 25 Maret tetap tidak memenuhi persyaratan atau mampu membangun konstruksi di Tanjung Api Api, apakah akan melakukan lelang tender atau seperti apa, Syahrial menegaskan bahwa pihaknya akan melihat dan menyikapi hal ini dengan seteliti mungkin. Menurutnya, pihaknya akan melalui prosedur lagi dengan melihat peluang-peluang dan kenyataan yang tak bisa dipungkiri bahwa harus kembali ke nol lagi karena yang namanya investasi tidak semudah apa yang harus dilaksanakan dan direncanakan. Menurutnya, untuk menyikapi hal ini paling tidak harus berani menginvestasi dana untuk perencanaan dengan membuat master plan terlebih dahulu. "Paling tidak kalau kita kembali ke nol lagi. Kalau masterplan sudah dibentuk dengan konsultan yang dijamin benifitas teknisnya oleh dunia pelabuhan secara internasional, saya kira investor akan datang," kata Syahrial.

------------------------------------------------

Mon, 24 Feb 03
PT. ANEKA ASIA BUANA mendapat / sedang melaksanakan pekerjaan sebagai salah satu sub-kontraktor dari JFE Civil - Wika Joint Operation untuk Man Power Supply, Engineering services.
Construction of Kroya - Yogyakarta on Java South Line, Phase 1 (Kutoarjo Yogyakarta)

------------------------------------------------
Thurs, 1 Des 05

PT. ANEKA ASIA BUANA (Foreign Capital Invesment, Indonesia dan Jepang berdiri sejak November, 1999) adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang memberikan solusi lengkap pengembangan digital dalam bidang IT dan Industri Komunikasi

------------------------------------------------

Wed, 30 Nov 05

Didukung oleh tenaga berpengalaman dan ahli dibidangnya kami yakin dapat memberikan pelayanan terbaik kepada klien

------------------------------------------------